Kamis, 06 Maret 2025

AGROFORESTRY BUDIDAYA KOPI DIBAWAH TEGAKAN HUTAN

Budidaya kopi di bawah tegakan merupakan contoh agroforestri, yaitu sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan tanaman pertanian (kopi) dengan tanaman kehutanan (pohon besar). 

 

Tanaman kopi memerlukan naungan di sepanjang hidupnya,diantaranya gamal,lamtoro,dadap dan sebagainya,namun jika kopi ditanam pada pola agoiforestry,,nauang buatan tidak perlu karena sudah ada naungan permanen dalam bentuk hutan

Pohon-pohon di hutan yang menjadi naungan kopi ini dianggap memberi banyak keuntungan, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomisnya. Pohon-pohon ini melindungi tanaman kopi dari terik matahari yang bersinar terlalu panas. Ini membantu menjaga suhu tetap rendah dan stabil, sementara daun-daun yang jatuh dari pohon akan membuat tanah tetap lembab. 



Pohon yang menaungi tanaman kopi juga bisa menambah asupan nitrogen alami ke tanah. Jika tanah tidak mendapat banyak nitrogen, maka solusi yang banyak diambil petani umumnya adalah yang sudah umum kita temui: dengan menambahkan pupuk (yang seringkali berbahan kimia) ke tanah. 

Beberapa manfaat agroforestry dengan budidaya kopi yaitu:

  • Manfaat Lingkungan:
    • Konservasi Keanekaragaman Hayati: Metode ini membantu melestarikan keanekaragaman hayati karena pohon-pohon besar memberikan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. 
    • Pengendalian Hama dan Penyakit: Naungan pohon-pohon besar dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung, yang dapat mengurangi stres pada tanaman kopi dan membantu mengendalikan hama dan penyakit. 
    • Peningkatan Kualitas Kopi: Kopi yang ditanam di bawah naungan serngkali memiliki rasa yang lebih kompleks dan unik, karena naungan membantu mengurangi stres pada tanaman kopi dan meningkatkan kualitas biji. 
  • Manfaat Ekonomi:
    • Peningkatan Produksi: Dengan perawatan yang tepat, budidaya kopi di bawah tegakan dapat meningkatkan produksi kopi secara berkelanjutan. 
    • Peluang Bisnis: Kopi yang ditanam di bawah naungan dapat memiliki nilai pasar yang lebih tinggi karena kualitasnya yang unik dan keberlanjutannya. 
    • Peningkatan Pendapatan Petani: Budidaya kopi di bawah tegakan dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani melalui penjualan kopi dan produk-produk hutan lainnya. 


  • Perawatan Tanaman Kopi sebenarnya cukup mudah yaitu:
    • Pemangkasan: Pemangkasan tanaman kopi bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman agar menjadi sehat, kuat, dan produktif. 
    • Pupuk Organik: Penggunaan pupuk organik, seperti pupuk kandang, dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman kopi. 
    • Pengendalian Hama dan Penyakit: Penggunaan pestisida sebaiknya dihindari, dan pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara-cara alami, seperti penggunaan tanaman pelindung atau pemangkasan.
    • Panen kopi,kegiatan pemanenan ada 3 kali yaitu petik biji merah,petik raya,dan petik rampasan. selanjutnya kopi diolah dan didistribusikan ke seluruh wilayah indonesia maupun di eksport

    •  

Rabu, 19 Februari 2025

AYO TANAM NANGKA UNTUK KESEJAHTERAAN

 

Meski bukan bagian dari kebutuhan pokok, akan tetapi tingginya harga nangka muda ini perlu diantisipasi terutama bahan tersebut merupakan bahan utama dalam pembuatan gudeg dan sayur nangka muda sebagai makanan yang digemari keluarga di kota dan pedesaan.
Salah satu pedagang nangka muda di Pasar Beringharjo, Giarti mengatakan, harga nangka muda mengalami kenaikan 2 kali lipat dari awalnya di harga Rp 10ribu saat ini naik menjadi Rp25 ribu.
Untuk harga gori bahan baku dari gudeg, ini malah mengalami kenaikan signifikan bahkan dua kali lipat, sedangkan penyuplai gori atau nangka muda ini dari Prembun, Boyolali dan Blitar juga Lumajang Buah nangka muda sangat digemari sebagai bahan sayuran. Di Sumatra, terutama di Minangkabau, dikenal masakan gulai cubadak (gulai nangka). Di Jawa Barat buah nangka muda antara lain dimasak sebagai salah satu bahan sayur asam. Di Jawa Tengah dikenal berbagai macam masakan dengan bahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, masakan megonooseng-oseng gori, dan jangan gori (sayur nangka muda). Di Yogyakarta nangka muda terutama dimasak sebagai gudegSementara kita baru menanam tapi ini berkaitan juga dengan musim,
,

Pohon nangka merupakan tanaman tropis yang berasal dari Asia Selatan, tepatnya di India. Kemudian, penyebarannya meluas ke wilayah tropis Asia ...Budidaya nangka dapat dilakukan dengan memilih bibit yang berkualitas, menyiapkan lahan yang sesuai, dan merawat tanaman dengan baik
Cara menanam nangka agar berbuah lebat juga bisa dibilang mudah. Berikut ini penjelasannya.

1. Persiapan Lahan

Langkah pertama untuk menanam nangka adalah mempersiapkan lahan terlebih dahulu. Bersihkan lahan dari rumput atau gulma yang tidak diinginkan. Baru setelahnya, gembur tanah dengan cangkul atau garpu tanaman untuk memperbaiki drainase dan memungkinkan buah nangka tumbuh dengan baik.

2. Pemilihan Bibit atau Benih

Bibit atau benih nangka bisa didapat dari penjual bibit. Jangan lupa untuk memastikan jika bibit yang dipilih dalam kondisi baik, dan tidak ada tanda-tanda penyakit.

3. Penanaman Bibit

Setelah lahan dan bibit sudah siap, masukkan bibit ke dalam lubang tanam dan pastikan akarnya terentang dengan baik. Tumpukkan tanah di sekitar bibit hingga menutupi akar, lalu padatkan kembali dengan tanah.

4. Penyiraman

Siram bibit nangka secara merata setelah penanaman untuk membantu akar menyesuaikan diri dengan tanah baru. Setelah itu, pertahankan kelembaban tanah dengan menyiram secara teratur,

terutama selama musim kering. Pastikan tanah tidak terlalu basah

atau tergenang air.

5. Pemupukan

Setelah beberapa bulan penanaman, berikan pupuk organik atau pupuk buatan. Pemupukan dapat dilakukan secara rutin setiap beberapa bulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nangka.

6. Perawatan Rutin

Jangan lupa untuk menjaga kebersihan lahan dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman nangka. Pastikan juga untuk memberikan dukungan seperti tiang penyangga jika diperlukan saat tanaman tumbuh












Senin, 14 Oktober 2024

CARA PENANGGULANGAN PENYAKIT KARAT FURU PADA TANAMAN SENGON




Penyuluh kehutanan merupakan salah satu aktor penting dalam hal pemberian edukasi seputar kehutanan kepada masyarakat di tingkat tapak, Pada kesempatan kali ini, penyuluh kehutanan menyampaikan materi penyuluhan seputar hama karat furu pada sengon. Karena komoditi sengon merupakan komoditi yang digemari oleh Masyarakat bisa di lihat dari banyaknya antusiasme Masyarakat dalam menanam sengon. Oleh karena itu, penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat tentang tata cara penanggulangan karat furu.

Karat puru menjadi salah satu momok paling menakutkan bagi para petani sengon. Penyakit itu menyebabkan benjolan seperti kanker pada batang atau ranting sengon. Penyakit karat puru disebabkan oleh cendawan Uromycladium tepperianum (Sace.) Bentuk serangan dapat terjadi pada seluruh bagian dari tanaman sengon, mulai dari polong, benih, bibit, tanaman muda hingga pohon.

Seperti umumnya cendawan yang berkembang biak dengan spora, karat puru berkembang biak dengan menyebarkan spora yang dibantu oleh angin, serangga atau hewan, bahkan oleh manusia.  Angin akan menghembuskan spora hingga menempel pada bagian-bagian tanaman, terutama di bagian tanaman dengan jaringan yang masih muda.

Serangga atau hewan akan membantu penyebaran spora, yaitu spora terbawa atau menempel pada bagian tubuh serangga, mereka bergerak atau terbang dengan membawa spora pada tubuhnya. Spora yang menempel pada serangga akan berpindah tempat dan menempel pada tanaman sengon, terutama jika serangga tersebut menjadi polinator dalam proses penyerbukan di sengon. Spora yang sudah menempel pada bagian tanaman, terutama di jaringan yang masih muda, akan melakukan penetrasi dan berkembang biak. Cendawan Uromycladium tepperianum (Sace.) bersifat patogen, karena keberadaannya menyebabkan pertumbuhan tanaman inangnya, yaitu sengon, terganggu. Bahkan apabila tingkat serangannya tinggi atau parah dapat menyebabkan kematian.  

Gejala paling umum karat tumor pada pohon sengon adalah terlihat benjolan (tumor) pada ketiak daun, ranting dan batang pohon. Demikian pula yang menyerang bagian polong, terdapat benjolan pada polong. Keberadaan karat puru pada bagian daun akan menyebabkan terganggunya proses fotosintesa, gangguan ini mengakibatkan pasokan makanan bagi pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Apabila benjolan muncul di bagian batang utama, akan menyebabkan pelukaan dan luka ini dapat mengundang hama untuk masuk, sehingga batang pohon menjadi rapuh dan menurunkan kualitas kayu.

Lalu, Langkah apa saja yang perlu dilaakukan dalam hal pengendalian hama karat puru ini mengingat hama karat puru ini sampai dengan saat ini belum ditemukan formula yang tepat untuk menghilangkan karat puru tersebut melainkan hanya meminimalisir penyebarannya. 



Usaha pengendalian yang dapat dilakukan antara lain:

Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb atau belerang

Salah satu pengendalian karat puru, menurut Suryo bisa menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau belerang. Ia menyarankan untuk melakukan tindakan preventif dalam mengendalikan karat puru. Penggunaan belerang dan air kapur sebagai upaya mengatasi karat puru sesuai dengan hasil riset Karti Rahayu Kusumaningsih dan Isnaya Fatul Bagaskara dari Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta.

Aplikasi larutan itu dengan cara mengolesi batang tanaman terserang. Frekuensi pelaburan empat kali dengan interval lima hari. Jika terdapat cendawan yang masih tumbuh, mereka mengerok lalu menyimpannya di kantong plastik. Selanjutnya, mereka menimbang untuk mengetahui bobot akhir cendawan setelah tanaman mendapatkan perlakuan.

Hasil riset menunjukkan kombinasi belerang, kapur, dan air mengurangi bobot cendawan hingga 80%. Artinya, setelah pohon diberi perlakuan, cendawan yang tumbuh hanya 20%.


Pemilihan benih tahan puru

Penggunaan benih sengon yang berasal dari pohon induk tahan karat puru melalui pemuliaan pohon. Pembibitan sebaiknya jauh dari lokasi tegakan sengon yang sudah terserang karat puru. Karena bibit yang masih muda sangat mudah terserang karat puru, akibat spora yang terbawa angin.

Teknik penanganan benih

Benih bisa menjadi mediator penyebaran penyakit, termasuk karat puru. Benih yang berasal dari daerah endemik karat puru, akan membawa serta spora pada permukaan kulitnya. Pengendalian pada tingkat benih dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya penerapan sterilasasi benih sebelum disemaikan. Benih dicuci atau dibersihkan dengan larutan pembersih (bisa menggunakan chlorox) atau fungisida. Namun sebelum disemaikan benih dicuci terlebih dahulu di air bersih untuk menghilangkan bahan-bahan tersebut. Bentuk sterlisasi lain yang cukup mudah dan murah, yang juga merupakan bagian dari pematahan dormansi benih sengon adalah merendam benih sengon dalam air mendidih, yang kemudian dibiarkan  hingga dingin selama 24  jam.

Juga bisa dipakai teknik priming untuk meningkatkan vigor (kekuatan benih), yaitu teknik hidro priming yang dikombinasikan dengan penggunaan fungisida. Teknik priming ini sangat mudah dilakukan petani, yaitu dengan rendam jemur benih (hidrasi-dehidrasi). Air rendaman dapat ditambakan fungisida. Proses ini berhenti pada saat benih mulai membengkak. 

Cara lain yang pernah dilakukan pada benih sengon adalah pemanfaatan teknik iradiasi sinar gamma (CO60), dengan  dosis di bawah 100Gy. Teknik ini mampu meningkatkan vigor benih serta sebagai upaya membunuh spora yang terbawa pada benih.

Pengendalian saat pembibitan

Teknik pengendalian pada bibit juga dengan memberikan perlakuan Plant Growth Promoting  Rhizo-bacteria (PGPR), fungisida hayati, fungisida kimiawi dan penambahan unsur hara boron pada media bibit. Pemberian perlakuan ini mampu menurunkan keberadaan spora puru pada bibit sengon hingga 94,6% setelah diberi dua kali larutan pengendali tersebut.

Pengendalian puru di tegakan

Serangan puru yang paling mudah dilihat adalah pada tegakan. Pengendaliannya melalui teknik silvikultur intensif, yaitu pemeliharaan. Membuang bagian pohon (terutama cabang dan ranting) yang sudah terserang, bisa menjadi cara efektif, sehingga pertumbuhan tidak terganggu. Atau dengan campuran tegakan jenis lain. 

Pengawasan peredaran benih dan bibit

Hingga saat ini sentra benih dan bibit, serta pengada dan pengedar benih, masih terpusat di Jawa. Peredaran bibit tanpa pengawasan menjadi salah satu sebab menyebarnya tumor puru pada sengon.  


Jumat, 26 Juli 2024

MAHONI( Swietenia Macrophilla. King)

Kayu mahoni, yang memiliki nama ilmiah Swietenia Macrophylla(King), tumbuh subur di daerah tropis di Amerika latin dan Asia terutama di Indonesia. Pohon mahoni sering ditemukan tumbuh subur diantara pohon jati di pulau jawa, atau ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung.


Kayu mahoni memiliki berat jenis 550 – 650 kg/m3. Nilai janka hardness kayu mahoni mencapai 300-500, serta memiliki kuat lentur 400 – 900 kg/m3 dan kuat desak 300 – 650 kg/m3. Dengan tingkat kelas kuat II / III, kayu mahoni memiliki kekuatan menahan beban cukup baik, baik searah serat kayu, maupun tegak lurus kayu.Sesuai dengan namanya, kayu mahoni didapatkan dari pohon mahoni. Pohon ini memiliki bunga yang sangat unik. Pada usia muda, buah dari pohon mahoni ini berbentuk seperti bola rugby. Ketika menua, buah mulai mekar dan memperlihatkan biji yang tersusun rapi. Biji tersebut pun dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal, tapi rasanya pahit .Pohon mahoni yang sudah berusia 10 tahun bisa dipanen dan diambil sebagai kayu mahoni untuk material furnitur. Pada saat itu, diameter kayu mahoni sudah berukuran 1,5 cm. Jika hendak menjadikannya material bangunan, kamu harus menunggu hingga 15 tahun
Popularitas kayu mahoni ini tidak kalah dengan kayu jati. Selain itu, masa panennya juga tergolong cepat dengan diameternya yang besar. Apakah kamu masih merasa asing dengan kayu mahoni? Pada umumnya, kayu mahoni memiliki karakteristik warna merah muda yang pucat. Namun, sebagian kayu mahoni lainnya juga berwarna merah tua yang menandakan umurnya sudah lebih dari 25 tahun. Sementara itu, bagian tepi kayu mahoni ini selalu berwarna putih.

Kayu ini memiliki batang lurus, silinder, banyak simpul, dan tidak berbanir. Kulit pohon mahoni muda berwarna abu-abu muda. Setelah penuaan, kulit kayu menjadi hitam dan dangkal, alur seperti sisik lebih mungkin untuk lepas. Sistem perakaran mahoni adalah akar lurus yang tumbuh di tanah berkadar air rendah tetapi dangkal di tanah berkadar air tinggi.Kayu mahoni memiliki kualitas material yang sama dengan kayu jati. Harganya juga relatif murah dibandingkan dengan kualitas yang ditawarkan jenis kayu lain. Oleh karena itu, tidak heran jika kayu mahoni sering menjadi pilihan utama untuk konstruksi bangunan, baik sebagai material pendukung, konstruksi maupun material furnitur.

Dari beragam jenis kayu yang ada, kayu mahoni (mahogany wood) merupakan jenis kayu yang populer dimanfaatkan sebagai bahan furnitur rumah.

Secara umum, berikut karakteristik atau ciri khas dari kayu mahoni:

  • Memiliki serat kayu yang mirip dengan kayu jati, sehingga kayu mahoni kerap digunakan sebagai alternatif atau pengganti kayu jati yang lebih terjangkau.
  • Saat masih muda, kayu mahoni memiliki warna yang pucat. Namun, semakin tua, warna kayu mahoni akan semakin matang. Kayu mahoni yang berusia di atas 20 tahun akan memiliki warna kemerahan yang mencolok, tapi tetap terlihat natural.
  • Kayu mahoni cocok dengan beragam jenis finishing, mulai dari akrilik, pelitur, hingga pernis.

Kayu mahoni sendiri cukup fleksibel dan mudah dibentuk, sehingga bisa digunakan untuk beragam keperluan. Kayu mahoni biasanya diolah menjadi furnitur rumah, kerajinan tangan, pintu, hingga peti.Harga Eksport Kayu Mahoni dan Spesifikasi yang Disukai Market Luar Negeri. Salah satu komoditas internasional kayu yang cukup diminati adalah kayu mahoni. Sebab kayu mahoni memiliki tampilan dengan serat yang halus dan tekstur yang soft. Indonesia salah satu pengeksport kayu mahoni untuk pasar China dan Eropa.

Selain China Eksport kayu mahoni juga didominasi oleh Brazil dan Afrika. kayu Mahoni Afrika saat ini menjadi favorit karena karakter kayu yang lebih keras, warna merah dalam, dan dimaeternya besar.

Ketika sudah diolah menjadi kayu, mahoni pun punya nilai ekonomi tinggi. Harganya pun bervariasi. Rata-rata harga di toko Perhutani, kayu gelondongan mahoni atau log kayu mahoni berdiameter 16-19 cm harganya bisa mencapai Rp 600.000/m³. Sedangkan log kayu mahoni diameter 22,25,28 cm bisa mencapai Rp 1.200.000/m³. Sementara log kayu mahoni diameter 30-49 cm harganya Rp 1.500.000/m³ hingga Rp 2.000.000/m³.







Senin, 20 Mei 2024

POTENSI GAMAL ( Glirisidia malculata.Sepium)SEBAGAI TANAMAN MULTIFUNGSI

Konservasi tanah dalam arti luas adalah penempatan setiap bidang tanah  pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Dalam arti yang sempit konservasi tanah diartikan sebagai upaya mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan memperbaiki tanah yang rusak oleh erosi.

Konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk pertanian seefisien mungkin dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.



 Konservasi tanah mempunyai hubungan yang erat dengan konservasi air, setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi tata air pada tempat itu dan tempat-tempat di hilirnya. Oleh karena itu konservasi tanah dan konservasi air merupakan dua hal yang berhubungan erat sekali, berbagai konservasi tanah adalah juga tindakan konservasi air ((Arsyad, 2010).. Daswir (2010) menyimpulkan bahwa upaya untuk mengurangi kerusakan lahan antara lain dengan menerapkan sistem usahatani konservasi. Tujuan kegiatan konservasi adalah untuk mencegah terjadinya degradasi lahan lebih lanjut, menghindari hilangnya lahan produktif, meningkatkan produktivitas usahatani dan pendapatan petani, menurunkan laju erosi serta meningkatkan partisipasi petani dalam pelestarian sumber daya tanah dan air (Syam, 2003). 

Teknis konservasi tanah secara vegetatif adalah setiap pemanfaatan tanaman / vegetasi maupun sisa-sisa tanaman sebagai media pelindung tanah dari erosi, penghambat laju aliran permukaan, peningkatan kandungan lengas tanah serta perbaikan sifat-sifat tanah, baik sifat fisik kimia maupun biologi.

Tanaman ataupun sisa-sisa tanaman berfungsi sebagai pelindung tanah terhadap daya pukulan butir air hujan maupun terhadap daya angkut air aliran permukaan (run off) serta meningkatkan peresapan air kedalam tanah.

Penutupan lahan oleh seresah dan tajuk mengurangi evaporasi,Disamping itu dapat meningatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah, sehingga mempebesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi.

Fungsi lain daripada vegetasi berupa tanaman kehutanan yang tak kalah pentingnya yaitu memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menambah penghasilan petani



Gliriside (Glicidia sepium) adalah jenis tanaman yang ditanam masyarakat  sebagai HMT dimana tanaman tersebut sering digunakan sebagai tanaman pagar. Gliriside merupakan tanaman dari jenis legum yang memiliki karakteristik cepat tumbuh, evergreen, dan daunnya relative disukai oleh hewan ternak. 

Daun-daun dan rantingnya yang hijau juga dimanfaatkan sebagai mulsa atau pupuk hijau untuk memperbaiki kesuburan tanah Gliricidia sepium adalah pohon serbaguna dan cepat tumbuh yang disukai petani untuk pagar hidup, bahan bakar, pakan ternak, pupuk hijau, peneduh, penunjang tanaman, dan pengendalian erosi.


Gliricidia sepium mungkin merupakan spesies pagar hidup yang paling umum di daerah tropis.  Tanaman ini dapat ditanam dengan jarak tanam 1 hingga 2 m dan disambung dengan kawat berduri atau bambu. Alternatifnya, mereka dapat menanam dengan jarak 10 hingga 20 cm sebagai benteng pertahanan dan cabang-cabangnya terjalin (Stewart 1996). Kayu bakar, tiang pancang, pakan ternak dan pupuk hijau dipanen dari pagar.
Kayu bakar . Keras dan tahan lama, kayunya memiliki berat jenis 0,5 hingga 0,8. Ini merupakan bahan bakar yang baik, terbakar dengan sedikit asap dan tanpa percikan api, dan memiliki nilai kalori 4.900 kkal/kg. Tegakan alam, hutan sekunder dan lahan hutan glirisidia telah dikelola untuk produksi bahan bakar komersial (Glover 1989, Stewart 1996). Kayunya juga digunakan untuk tiang, kayu, furnitur dan peralatan pertanian.Merespon dengan baik terhadap seringnya pemotongan, glirisidia menghasilkan pakan ternak bergizi dalam jumlah besar yang mengandung 18 hingga 30% protein kasar. Ternak merespon dengan baik terhadap pakan ternak.
 Beberapa hewan enggan memakan gliricidia, namun pelatihan dapat mengatasi masalah ini. Setelah gliricidia diterima, keturunan selanjutnya akan segera mengonsumsinya.  



Pemangkasan pohon sebelum musim kemarau memungkinkan pertumbuhan semak belukar dipertahankan untuk digunakan sebagai pakan pada musim kemarau. Penanaman pakan ternak bervariasi mulai dari pagar tanaman dengan jarak tanam 10 sampai 50 cm dan jarak antar baris 1 sampai 4 meter, hingga penanaman blok berukuran 50 x 50 cm hingga 1 x 3 m. Produksi bervariasi dari 2 hingga 20 t/ha (Glover 1989, Stewart 1996, Allison dan Simons 1996). 

 Ketika digunakan sebagai mulsa atau pupuk hijau, dedaunan yang kaya nitrogen akan meningkatkan produksi tanaman melalui penambahan unsur hara, pengendalian gulma, konservasi kelembapan, dan penurunan suhu tanah. Biomassa daun biasanya dihasilkan dari pagar tanaman atau pagar di sekitar atau di area pertanaman. Pagar tanaman digunakan pada lahan pertanian miring untuk pengendalian erosi dan pembentukan teras pasif. Pengelolaan tanaman pagar harus meminimalkan persaingan dengan tanaman.  Gliricidia digunakan sebagai peneduh teh, kopi dan coklat; dan sebagai penunjang singkong, ubi, vanili, merica, dan markisa. Tanaman ini juga mendapat manfaat dari sifat perbaikan tanah yang dimiliki oleh glirisidia. Kehadiran glirisidia di lahan pertanian mengurangi timbulnya beberapa serangan jamur dan serangga (Glover 1989, Stewart 1996).
Bunga adalah makanan lebah. Daun dan bunga yang dimasak digunakan sebagai makanan manusia. Gliricidia digunakan untuk membuat obat-obatan, rodentisida dan insektisida. Ini juga digunakan sebagai penahan angin dan hiasan. 




 Spesies ini mudah diperbanyak dengan cara stek atau biji. Stek berukuran besar, panjang 1 hingga 2,5 m dan diameter 6 cm, dibuat dari cabang yang berumur 1,5 hingga 2,0 tahun. Stek kecil berukuran panjang 30 sampai 50 cm dan dibuat dari cabang berumur 6 sampai 12 bulan. Cabang yang digunakan untuk stek harus lurus dan sehat, serta tanpa cabang samping. Bagian atas potongan harus dipotong miring untuk mencegah pengumpulan air dan pembusukan selanjutnya. Kulit batang pada bagian bawah potongan harus digores hingga ke kambium dengan pisau tajam untuk mendorong perakaran. 


AGROFORESTRY BUDIDAYA KOPI DIBAWAH TEGAKAN HUTAN

B udidaya kopi di bawah tegakan merupakan contoh agroforestri, yaitu sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan tanaman pertanian (kopi) de...