Senin, 26 April 2021

💚Mengenal Madu Klanceng💚

😃
Lebah klanceng termasuk dalam kingdom animalia, filum arthropoda, classic insecta, ordo hymenoptera, famili apidae, genus trigona dan spesies trigona sp
Madu klanceng dikenal kaya akan vitamin, enzim, asam amin
Lo dan mineral



PERBEDAANNYA DIBANDING MADU LAINNYA ...

ü   LEBIH ASAM
ü   LEBIH ENCER
ü   LEBIH MAHAL



Manfaat Madu Klanceng adalah ...

  • Anti Oksidan
  • Anti Bakteri
  • Anti Peradangan


  • Penghasil Bee Pollen dan Propolis
  • Pelembab Kulit



  • Pencegah Penuaan Dini
  • Peningkat Kesuburan Pria
  • Melancarkan Menstruasi


  • Mencegah mual pada ibu hamil
  • Mengatasi keputihan



  • Mencegah Diabetes
  • Penyembuh Penyakit Katarak



Senin, 22 Maret 2021

Cemara Laut CASUARINA EQUISETIFOLIA L.

 



TAKSONOMI DAN TATANAMA

Famili: Casuarinaceae

Sinonim: Casuarina littoralis Salisb., C. Litorea L., C. littorea Oken., C. muricata Roxb., C. Sumatrana Jungh.

Nama lokal: beefwood, coast she-oak, horsetail casuarina, ironwood (Eng.); pin d’Australie (Fr.); pino australiano (Sp.).

Dua subspecies yang sudah dikenal, equisetifoliaand incana


SEBARAN TUMBUH

Distribusi dan habitat

Secara alami terdapat di daerah tropis dan subtropis sepanjang pantai mulai dari Australia utara sampai Malaysia, Myanmar Selatan, Kra Isthmus di Thailand, Melanesia danPolynesia. Dikenal luas di derah tropis dan subtropis. Ketinggian 0-1500 mdpl, curah hujan rata-rata 350-5000 mm, musim kering 6-8 bulan, suhu ratarata 15-30°C, suhu bulan terpanas 20-47°C dan terdingin 7-20° C. Sesuai pada tanah ringan, berpasir; cepat tumbuh pada tanah kurus dan toleran terhadap tanah bergaram dan angin bergaram. Tumbuh baik pada tanah dengan pH 5.0-9.5. Tidak tahan terhadap pasang surut, tidak tahan naungan dan sensitif terhadap kebakaran. Menghasilkan nitrogen (Frankia symbiosis). Daur 40-50 tahun.

GAMBARAN POHON



Keterangan Gambar :

1.      Pohon muda

2.      ranting yang berbunga

3.      bagian dahan

4.      Bunga jantan dan betina

5.      Infructescence

6.      buah.

Ekstraksi dilakukan dengan metode basah yaitu benih dikeluarkan dengan cara mengupas kulit buah dan dagingnya yang cukup tebal, setelah itu benih dicuci dengan air mengalir selama 1 jam sampai daging buahnya terlepas semua, kemudian diangin-anginkan  sampai kering.


Pemanfaatan


Termasuk jenis serba guna, untuk industri dan rumah tangga. Disebut sebagai “kayu bakar terbaik di dunia” dan juga menghasilkan arang berkualitas tinggi. Kayu sangat sulit dikerjakan untuk kayu gergajian. Karena tahan garam, pohon ini digunakan sebagai pengendali erosi di daerah pantai. Manfaat lainnya sebagai bahan pulp, kayu perkakas, naungan dan peneduh, tanaman hias, reklamasi lahan dan memperbaiki tanah. Karena kemampuannya untuk menghasilkan nitrogen, banyak digunakan pada agroforestri.


DISKRIPSI BOTANI

Pohon selalu hijau tinggi 6-35 m, subsp. Incana lebih kecil. Tajuk ringan. Kulit batang abu-abu coklat terang, kasar, dan pohon tua beralur. Lingkaran lentisel tampak jelas pada kulit yang muda. Ranting-ranting terkulai, menyerupai jarum; kecil sekali, daun mengecil tersusun dalam 7-8 helai. Bunga berkelamin satu, bunga jantan dan betina bisa terdapat dalam satu pohon atau pohon yang berbeda. Bunga jantan terletak di ujung, bulir memanjang, bunga betina di cabang samping. Bunga betina berbentuk kerucut majemuk, bundar, panjang 10-24 mm, diameter 9-13 mm.


DISKRIPSI BUAH DAN BENIH

Buah abu-abu atau kuning coklat (samara), panjang 6-8 mm, berbiji tunggal. Satu kg kerucut menghasilkan 20-60 g benih. Terdapat 370.000-700.000 benih bersih per kg.

ü  Pembungaan dan pembuahan

Penyerbukan dengan angin. Di daerah yang musim dingin atau musim keringnya tidak nyata, berbunga dan berbuah secara teratur, satu atau dua kali setahun. Di area dengan musim hujan dan musim kering tidak nyata, pembungaan dan pembuahan cenderung tidak teratur dan bisa saja sepanjang tahun. Kerucut betina masak 18-20 minggu sesudah anthesis kemudian membuka sebentar, melepaskan buah-buah kecil. Buah tidak masak serempak dalam satu pohon, menyebabkan masalah saat pengumpulan buah.

ü  Panen buah

Benih masak bila kerucut telah berwarna kuning dan sedikit membuka. kulit benih sebagian coklat dan endosperm keras.

ü  Pengolahan, penanganan buah dan benih

Buah dijemur sampai benihnya terlepas.

ü  Penyimpanan dan viabilitas

Termasuk jenis orthodoks. Viabilitas dapat dipertahankan sampai beberapa tahun apabila disimpan pada wadah kedap udara dengan suhu 3° C, kadar air 5-9 %.

ü  Dormansi dan perlakuan pendahuluan

Tidak perlu perlakuan pendahuluan.

ü  Penaburan dan perkecambahan

Perbanyakan dengan benih atau stek. Di persemaian, benih dapat dikecambahkan pada bedeng atau baki yang diisi media pasir atau campuran pasir dan lumut. Perkecambahan biasanya selesai dalam waktu 2 minggu. Anakan disapih setelah tingginya 10-15 cm dan siap tanam setelah tingginya mencapai 50-70 cm pada umur 5-8 bulan. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan lembab. Naungan 50% dibuat sampai bibit siap ditanam. Anakan dengan tinggi 10-15 cm dalam bedeng perkecambahan dapat juga disapih di bedeng terbuka dengan jarak 10 x 10 cm untuk merangsang pertumbuhan akar. Tanah mengandung mycorrhiza dan Frankia (jamur penghasil nitrogen pada Casuarina) dari tegakan cemara dimasukkan dalam pot. Potensi produksi N2 dapat ditingkatkan dengan menggunakan klon terpilih yang ditulari Frankia. Di Thailand dan India, stek dibuat dari cabangcabang kecil (diameter 2 mm dan panjang 10-15 cm ) dan perakaran dirangsang dengan hormon IBA atau IAA. Di China Selatan stek diambil dari cabang(diameter 1 mm dan panjang 5 cm) direndam dalam laruran NAA sebelum sebelum dimasukkan ke dalam kantong plastik. Penanaman melalui anakan dalam kantong, cabutan atau stek akar. Biasanya kerapatan 2500 pohon/ ha, tetapi sebagian petani menggunakan 10000 pohon/ha untuk tujuan produksi kayu bakar. Setelah tingginya lebih dari 2 meter perlu dipangkas. Perbanyakan vegetatif dengan stek sangat mudah untuk jenis ini.





Rabu, 24 Februari 2021

HUTAN PANTAI

  EKOWISATA MANGROVE

Wilayah kepulauan Madura yang sebagian besar merupakan perairan menyimpan potensi alam yang mempesona, terutama pantainya yang indah dan landai serta ombak yang tenang. Namun semakin hari keindahan pantai semakin memudar seiring dengan terkikisnya garis pantai,dan reklamasi oleh sebagian masyarakat untuk perumahan .

Akibat tidak adanya benteng penahan terpaan gelombang laut, sedikit demi sedikit kawasan bibir pantai mulai tergerus gelombang laut. 





Abrasi yang terjadi tentunya berakibat negatif baik terhadap lingkungan maupun terhadap kehidupan manusia. Dampak negatif yang diakibatkan oleh abrasi terhadap lingkungan dan kehidupan antara lain:

  • Penyusutan lebar pantai sehingga menyempitnya lahan bagi penduduk yang tinggal di pinggir pantai
  • Kerusakan hutan bakau di sepanjang pantai, karena terpaan ombak yang didorong angin kencang begitu besar.
  • Kehilangan tempat berkumpulnya ikan ikan perairan pantai karena terkikisnya hutan bakau.
  • Kerugian bagi para nelayan dan petani tambak yang menggantungkan kehidupan mereka dari pantai.
  • Berkurangnya daya tarik wisata di daerah pantai karena pesona pantai terkikis seiring dengan terkikisnya daerah pantai akibat abrasi.

  • Sedia payung sebelum hujan. Setidaknya pepatah ini dapat kita gunakan utuk meminimalisir terjadinya abrasi. Sebelum abrasi terjadi lebih parah, terdapat tindakan pencegahan yang mungkin dapat kita lakukan baik secara perseorangan atau berkelompok. Untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya abrasi pantai .




  • Ekowisata merupakan salah satu alternatif program yang dapat diterapkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan ekosistem mangrove.

Rabu, 27 Januari 2021

PERENCANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

 

“PERENCANAAN KEBUTUHAN PENYULUH KEHUTANAN “

MAKALAH INI DISUSUN UNTUK BAHAN PRESENTASI PADA PERTENMUAN IPKINDO KABUPATEN PACITAN

 

 

 

 DISUSUN OLEH :

     UNTUNG WAHONO,SP

NIP. 19710108 199803 1 003

PENYULUH KEHUTANAN AHLI MUDA

 

 

 

CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH PACITAN

2020




DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ....................................................................................................                  i

DAFTAR ISI ................................................................................................................                     ii

BAB I.     PENDAHULUAN .........................................................................................                  1

                 I.1. Latar Belakang .........................................................................................                   1

                 I.2. Rumusan masalah .....................................................................................                  1

                 I.3. Tujuan .......................................................................................................                  2

                 I.4. Manfaat .....................................................................................................                  2

BAB II.   PEMBAHASAN .............................................................................................                 3

                 II.1. Menyusun Program Peyuluhan ...............................................................                   3

                        II.1.a. Merumuskan Keadaan ..................................................................                  3

                        II.1.b. Menetapkan Masalah ...................................................................                   3

                        II.1.c. Menetapkan Tujuan .....................................................................                    3

                        II.1.d. Membuat Program Penyuluhan ...................................................                   3

                 II.2. Menyusun Rencana Kerja Tahunan Perorangan ....................................                    7

                        II.2.a Menyiapkan Pekerjaan ..................................................................                   7

                        II.2.b. Menyusun rencana kerja tahunan .................................................                   7

                 II.3. Menerapkan metode penyuluhan secara massal  ....................................                   8

                        II.3.a. Menyiapkan Pekerjaan ..................................................................                  8

                        II.3.b. Menerapkan metode penyuluhan secara massal ...........................                   8

                 II.4. Melakukan fasilitasi pengembangan kelompok  .....................................                   9

                        II.4.a. Menyiapkan pekerjaan ...................................................................                 9

                        II.4.b. Melakukan fasilitasi pengembangan kelompok ............................                  9

                 II.5. Melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah/non Pemerintah .....                  10

                        II.5.a. Menyiapkan Pekerjaan ..................................................................                  10

                        II.5.b. Menyiapkan koordinasi dengan lembaga pemerintah/non  ..........                   10

                 II.6. Mendiskusikan konsep pengembangan penyuluhan ...............................                   11

                        II.6.a. Menyiapkan pekerjaan ...................................................................                 11

                        II.6.b. Mendiskusikan konsep pengembangan penyuluhan ......................                 11

                 II.7. Menyusun laporan monitoring dan evaluasi .............................................                 12

                        II.7.a. Menyiapkan Pekerjaan ..................................................................                  12

                        II.7.b. Menyusun laporan monitorin dan evaluasi ...................................                  12

                 II.8. Melaksanakan kegiatan tekhnis bidang kehutanan .................................                  13

                        II.8.a. Menyiapkan pekerjaan ...................................................................                 13

                        II.8.b. Melaksanakan kegiatan teknis bidang kehutanan .........................                  13

BAB III.  PENUTUP ........................................................................................................                14

                 III.1 Kesimpulan ...............................................................................................                14

                 III.2. Saran ........................................................................................................                14

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................                13

LAMPIRAN .....................................................................................................................                 14




Kata Pengantar

                       

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi penyuluh kehutanan dan pembaca dalam lingkup Dinas Kehutanan.

Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini untuk kedepannya lebih baik lagi.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

 

 

                                                                                                               Pacitan, ... Nopember 2020

 

Penyusun

 

 



 

 








BAB I

PENDAHULUAN

 

I.1.       LATAR BELAKANG

Berada di era yang seperti sekarang ini dituntut untuk melakukan pekerjaan yang serba cepat dan terprogram. Terlebih kewajiban para aparatur negara yang diwajibkan untuk terus meningkatkan keprofesionalannya dalam melakukan pekerjaan.

Untuk menyingkapi segala tuntutan tersebut, maka diperlukan sebuah langkah awal untuk menganalisa kebutuhan pekerjaan yang akan dilakukan dalam bentuk konsep, terutama pada lingkup penyuluh kehutanan. Agar pekerjaan yang dilakukan mampu mewujudkan goal yang diharapkan dan membawa inovasi-inovasi perbaikan di bidangnya.

 

I.2. RUMUSAN MASALAH

Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antara lain:

a.       Bagaimana menyusun program penyuluhan

b.      Bagaimana menyusun rencana kerja tahunan perorangan/individu

c.       Bagaimana menerapkan metode penyuluhan secara massal

d.      Bagaimana melakukan fasilitasi pengembangan kelompok

e.       Bagaimana melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah / non pemerintah

f.       Bagaimana mendiskusikan konsep pengembangan penyuluhan kesehatan

g.      Bagaimana menyusun laporan monitoring dan evaluasi

h.      Bagaimana melaksanakan kegiatan teknis bidang kehutanan

 

I.3 TUJUAN

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengkonsep suatu kegiatan sebelum dilakukan agar memunculkan sebuah inovasi-inovasi pembaharuan dan agar mampu mencapai goal yang diharapkan

 

I.4. MANFAAT

Dengan adanya penyusunan makalah ini, diharapkan agar dapat memberikan informasi mengenai :

a.       Menyusun program penyuluhan

b.      Menyusun rencana kerja tahunan perorangan/individu

c.       Menerapkan metode penyuluhan secara massal

d.      Melakukan fasilitasi pengembangan kelompok

e.       Melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah / non pemerintah

f.       Mendiskusikan konsep pengembangan penyuluhan kesehatan

g.      Menyusun laporan monitoring dan evaluasi

h.      Melaksanakan kegiatan teknis bidang kehutanan

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

UNIT KOMPETENSI : KHT.PK.003.01 (Menyusun programa penyuluhan)

Elemen kompetensi : 1. Merumuskan Keadaan (dapat menyiapkan & merumuskan )

·         Data aktual

Letak Desa

Desa Kalikuning terletak di Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

Luas Desa

46.876.893 ha

Jumlah Dusun

Desa kalikuning terbagi wilayah menjadi 6 dusun, diantaranya :

Dusun Krajan

Dusun Ngambar

Dusun Mloko

Dusun Kepek

Dusun Bedog

Dusun Sono (wilayah yang paling banyak terdapat lahan kosong yang miring )

Jumlah Penduduk

L : 4.443 jiwa

P : 5.431 jiwa

Ʃ : 9.874 jiwa

Mata Pencaharian Penduduk

Petani           : 54 %

PNS             : 32 %

Wiraswasta  : 9 %

Lain-lain      : 5 %

Peta Desa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : data Desa kalikuning 2020

 

·         Potensi wilayah kehutanan

1.      Topografi desa kalikuning sebagian besar berupa lahan luas dengan kemiringan yg cukup signifikan, dimana mayoritas oleh penduduk ditanami beberapa pohon, misal sengon, mahoni, jati, pohon sono, dll

2.      Desa kalikuning memiliki sumber air yang cukup dan karakteristik tanah yang subur untuk dapat ditanami berbagai macam tanaman

 

 

 

 


1.      Banyak lahan kosong yang mampu diubah menjadi hutan produksi

2.      Latar belakang penduduk yg sangat berpotensi mampu untuk diarahkan


Elemen kompetensi : 2. Menetapkan Masalah

·         Mengidentifikasi faktor penyebab masalah

1.      Kemiringan pada lahan luas penduduk yang menyebabkan resiko terjadinya erosi tanah

2.      Banyak warga yg kurang mengerti akan pemanfaatan lahan kosong

3.      Banyak warga yang kurang faham akan penanaman tanaman sengon

4.      Di sebagian wilayah bertopografi lahan luas dengan dasar bebatuan sehingga membuat penduduk kesulitan dalam pemanfaatannya

 

·         Menetapkan prioritas masalah

Dengan didapatkannya berbagai macam permasalahan yg ada di lapangan tersebut diatas, maka diadakan rapat kecil yang berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menentukan prioritas masalah yg akan ditangani melalui analisa USG dengan brain storming.

U : Urgency (Seberapa mendesak permasalahan tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan permasalahan tadi)

S  : Seriousness (Seberapa serius permasalahan tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan permasalahan tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab permasalahan tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri)

G : Growth (Seberapa kemungkinan-kemungkinannya permasalahan tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan)

 

Dokumentasi kegiatan saat dilakukan analisa USG

 

 

No

Permasalahan yg ada

U

S

G

Ʃ

1

Kemiringan pada lahan luas penduduk yang menyebabkan resiko terjadinya erosi tanah

4

4

4

12

2

Banyak warga yg kurang mengerti akan pemanfaatan lahan kosong

2

3

2

7

3

Banyak warga yang kurang faham akan penanaman tanaman sengon

3

2

2

7

4

Di sebagian wilayah bertopografi lahan luas dengan dasar bebatuan sehingga membuat penduduk kesulitan dalam pemanfaatannya

4

3

2

9

Dari analisis USG didapatkan bahwa permasalahan yang menjadi masalah utama adalah upaya konservasi untuk mengatasi kemiringan lahan penduduk guna mencegah terjadinya erosi tanah

 

 

Elemen kompetensi : 3. Menetapkan Tujuan

·         dapat merumuskan tujuan sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan

Perumusan tujuan dilakukan dengan berkoodrinasi dengan pemerintah desa setempat

Mengkaji kebijakan yang ada terkait pemanfaatan lahan kosong dengan upaya konservatif kemiringannya

·         dapat menetapkan tujuan sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan

1.      Upaya konservatif lahan miring bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi tanah

2.      Mengurangi besar energi perusak

3.      Meningkatkan ketahanan agregat tanah terhadap pukulan air hujan dan kikisan limpasan permukaan

4.      Memperbaiki pelindung

 

Elemen kompetensi : 4. Membuat program penyuluhan

·         dapat menyusun program penyuluhan kehutanan berdasarkan prioritas masalah

·         dapat menyusun program penyuluhan kehutanan

·         dapat melaporkan program penyuluhan kehutanan

No

Jenis Kegiatan

Pelaksanaan

Keterangan

1

Pemetaan Wilayah

Minggu pertama

Sudah terlaksana

2

Penataan dan Penetapan kebutuhan Penyuluhan, termasuk data-data

Minggu Pertama

Sudah terlaksana

3

Koordinasi dengan Pemdes

Minggu Pertama

Sudah terlaksana

4

Pemberian penyuluhan kepada masyarakat terkait upaya konservatif di lahan yg miring

Minggu Kedua

Sudah terlaksana

5

Melakukan praktek penanganan konservatif bersama penduduk

Minggu Ketiga

Sudah terlaksana

6

Kegiatan monitoring evaluasi

Minggu Keempat

Sudah terlaksana

 

Elemen kompetensi : 4. Membuat programa penyuluhan

·         dapat menetapkan kriteria dan indikator monitoring dan evaluasi

·         dapat menyusun rencana monitoring dan evaluasi

Kriteria dan Indikator monitoring dan evaluasi

No

Kriteria atau indikator

Keterangan

1

Tingkat pemahaman warga akan upaya konservatif

 

2

Penutupan lahan untuk konservatif

 

3

Pengurangan Indeks erosi

 

4

Kemampuan Penggunaan lahan

 

5

Kerentanan lahan terhadap longsor

 

6

Warga mampu mempraktekkan secara mandiri upaya-upaya konservatif yang telah diajarkan

 

 

 

UNIT KOMPETENSI : KHT.PK.004.01  (Menyusun Rencana Kerja Tahunan Perorangan/ Individu)

Elemen kompetensi : 1. Menyiapkan pekerjaan

·         dapat mengumpulkan kebijakan dan peraturan terkait

·         dapat menyiapkan Peralatan dan perlengkapan

Elemen kompetensi : 2. Menyusun rencana kerja tahunan

·         dapat mengidentifikasi program penyuluhan tahun berjalan diidentifikasi

·         dapat menentukan tujuan, masalah, sasaran, kegiatan, metoda, sesuai wilayah kerja

·         dapat menyusun rencana  kerja tahunan

·         dapat mengadministrasikan rencana kerja tahunan


Rencana Kerja Tahunan Terlampir

 

UNIT KOMPETENSI : KHT.PK.008.01 (Menerapkan Metode Penyuluhan Secara Massal)

Elemen kompetensi : 1. Menyiapkan pekerjaan

·         dapat menyiapkan peralatan dan perlengkapan

·         dapat menentukan sasaran, waktu, tempat, dan metode

·         dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait

No

Persiapan

Keterangan

1

Waktu

Senin, 16 Nopember 2020

2

Jam

09.00 WIB

3

Tempat

 Balai Desa kalikuning

4

Sasaran

Masyarakat RT 001 RW 010 Dusun Sono Desa Kalikuning

5

Metode

Pemberian materi dua arah

6

Koordinasi lintas sektor

Pemdes, Babinkamtibmas, BPD desa, Gapoktan Desa

7

Bahan yg disiapkan

Leaflet untuk dibagikan kepada sasaran

8

Alat yg disiapkan

Proyektor

9

Tema yg diangkat

Upaya Konservatif pada lahan miring

 

Elemen kompetensi : 2. Menerapkan metode penyuluhan secara massal

·         dapat menyampaikan materi penyuluhan sesuai metode

·         dapat menyusun laporan penerapan metode penyuluhan

·         dapat mengadministrasikan laporan penerapan metode penyuluhan

Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan

 

 

 

 

UNIT KOMPETENSI : KHT.PK.012.01  (Melakukan Fasilitasi Pengembangan Kelompok)

Elemen kompetensi : 1. Menyiapkan pekerjaan

·         dapat mengidentifikasi kebijakan dan peraturan terkait

·         dapat menyiapkan peralatan dan perlengkapan

·         dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait

Elemen kompetensi : 2. Melakukan fasilitasi pengembangan kelompok

·         dapat mengidentifikasi potensi kelompok sasaran yang akan dikembangkan

·         dapat menentukan rencana pengembangan kelompok

·         dapat melakukan fasilitasi pengembangan kelompok

·         dapat menyusun laporan hasil fasilitasi pengembangan kelompok

·         dapat mengadministrasikan laporan Hasil fasilitasi pengembangan kelompok 

  

BAB III

PENUTUP

 

III.1.    KESIMPULAN

            Dari penjelasan yang telah tertulis dalam makalah diatas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa melakukan analisa dengan sebuah konsep sebelum melakukan suatu pekerjaan mampu membuat pekerjaan tersebut mudah dilakukan, dapat mencapai goal yang diharapkan, serta mampu menciptakan inovasi-inovasi pembaharuan kearah perbaikan pada sebuah pekerjaan di bidang penyuluhan kehutanan.

 

III.2.    SARAN

Untuk pengembangan lebih lanjut, disini kami memberikan masukan agar setiap penyuluuh kehutanan mampu merancang analisa konsep kebutuhan pekerjaan mereka semaksimal mungkin sesuai petunjuk dan ilmu yang telah diberikan agar mampu berdaya guna dan berdaya saing di masa mendatang.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous,,,,,,,,,2015,PetunjukTeknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan,P-36 Menlhk-Setjen/2015,Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan  Kehutanan RI,Jakarta

Anonymous,........2020..Bahan dan materi Uji Kompetensi PK Muda, BP2SDM,Badan Sertifikasi Nasional,Jakarta



TEKNIS PEMBIBITAN NILAM DI PACITAN

Teknis Pembibitan Nilam untuk Mencapai Daya Tumbuh Optimal Mendekati 100%    Pembibitan nilam Pogostemon cablin Benth merupakan tahap awal y...